SURABAYA, Integritas-news.my.id — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Monumen Pers Perjuangan Surabaya yang jatuh pada 1 September 2026 menjadi momentum penting untuk kembali mengingat sejarah panjang pers perjuangan di Kota Pahlawan.

Monumen Pers Perjuangan Surabaya tidak hanya menjadi penanda perjalanan dunia pers, tetapi juga mengingatkan masyarakat terhadap peran pers dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Jejak perjuangan tersebut tidak dapat dilepaskan dari kiprah Bung Tomo dan para pejuang ’45 yang pernah menggelorakan semangat perjuangan melalui Kantor Berita Indonesia (KBI).

Dalam catatan sejarah yang disampaikan dalam momentum peringatan ini, KBI kemudian mengalami perubahan dan integrasi dengan Kantor Berita Antara di Jakarta hingga menjadi Kantor Berita Antara Biro Jawa Timur-Surabaya pada akhir Oktober 1945.

Pesan yang disampaikan dalam peringatan HUT ke-81 tersebut kembali menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga suara rakyat, mengawal kebenaran dan memastikan semangat perjuangan tidak berhenti sebagai catatan sejarah.

“Harmony to Victory!” menjadi semangat yang kembali dikobarkan. Seruan “Allahu Akbar!” dan “Merdeka Terus!” menggambarkan tekad agar perjuangan membangun bangsa tetap berjalan dengan keberanian, persatuan dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.

Lebih jauh, amanat perjuangan rakyat juga kembali ditegaskan melalui seruan “AMPERA — Amanat Penderitaan Rakyat — Lanjut!”. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Salah satu tuntutan yang turut digaungkan adalah pemberantasan korupsi secara tegas, khususnya terhadap koruptor kelas kakap yang dinilai telah merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan merampas hak masyarakat.

Advocate Musrifah S. Sos, SH, selaku Direktur PT. IFAH MAHMUR SENTOSA sekaligus pemilik empat media, menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-81 Monumen Pers Perjuangan Surabaya.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Monumen Pers Perjuangan Surabaya. Semoga momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh insan pers bahwa kebebasan pers selalu memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kebenaran, membela kepentingan masyarakat dan menjaga marwah perjuangan bangsa,” ujar Musrifah.

Menurutnya, pers tidak boleh kehilangan keberanian untuk berdiri di atas kepentingan rakyat, sekaligus tetap menjunjung tinggi profesionalitas, akurasi dan etika jurnalistik.

“Pers harus tetap menjadi mata, telinga dan suara masyarakat. Ketika ketidakadilan terjadi, pers harus berani mengungkap. Ketika rakyat membutuhkan kebenaran, pers harus hadir dengan fakta. Dan ketika bangsa menghadapi ancaman korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan, pers harus tetap kritis dan independen,” ungkapnya.

Musrifah menegaskan bahwa semangat perjuangan para pendahulu harus menjadi energi bagi generasi pers saat ini untuk terus menjaga idealisme jurnalistik.

“Jangan biarkan sejarah perjuangan pers berhenti sebagai monumen. Jadikan semangat para pejuang sebagai napas dalam menjalankan tugas jurnalistik. Harmoni harus melahirkan kemenangan bagi kebenaran, keadilan harus menjadi pijakan, dan kemakmuran rakyat harus menjadi tujuan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh insan pers di Surabaya dan Jawa Timur terus memperkuat persatuan tanpa kehilangan sikap kritis terhadap berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan publik.

“Selamat HUT ke-81 Monumen Pers Perjuangan Surabaya. Semoga pers Indonesia semakin kuat, profesional, berintegritas dan berani memperjuangkan kebenaran. Harmoni, Adil dan Makmur harus menjadi cita-cita bersama,” pungkas Musrifah.

HARMONY TO VICTORY!

ALLAHU AKBAR!

MERDEKA TERUS!

AMPERA — AMANAT PENDERITAAN RAKYAT — LANJUT!

Pewarta: Ifa