SURABAYA | Integritas-news.my.id — Radio Suara Surabaya (FM 100) kembali mendapat apresiasi dari pendengarnya yang telah mengikuti perjalanan radio tersebut sejak era 1980-an. Bukan hanya sebagai media informasi, Radio Suara Surabaya dinilai memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi tercepat, menyoroti persoalan pemerintahan, serta membantu masyarakat dan pemerintah dalam merespons berbagai kejadian.
Apresiasi tersebut disampaikan Akhmad, seorang pendengar yang mengaku telah mengenal Radio Suara Surabaya sejak duduk di bangku SMP pada 1984. Kala itu, ia bersama keluarga sering menikmati suasana sore hari dengan mendengarkan siaran radio sambil bercengkerama di teras rumah.
Menurut Akhmad, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang membuat Radio Suara Surabaya memiliki tempat tersendiri dalam kehidupannya. Radio itu bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka wawasan dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Saya mengenal dan mendengarkan Radio Suara Surabaya sejak duduk di bangku SMP tahun 1984. Saat sore hari, saya biasa cangkruk di teras rumah bersama keluarga sambil mendengarkan radio. Sampai sekarang, radio ini tetap memiliki tempat istimewa bagi saya," ujarnya.
Pernah Menghubungi Melalui Telepon Umum Sejak 2003
Kecintaan Akhmad terhadap Radio Suara Surabaya semakin kuat ketika pada 2003 dirinya mulai menghubungi radio tersebut melalui telepon umum. Pada masa ketika teknologi komunikasi belum semudah sekarang, interaksi melalui telepon menjadi salah satu cara masyarakat menyampaikan informasi dan berkomunikasi dengan penyiar.
Akhmad menilai Radio Suara Surabaya memiliki keberanian dalam menyoroti berbagai persoalan pemerintahan. Sikap kritis para penyiarnya dianggap menjadi salah satu karakter yang membedakan radio tersebut dari media lainnya.
"Radio Suara Surabaya merupakan radio yang penyiarnya sangat berani dalam menyoroti pemerintahan dan paling kritis dalam menyampaikan suara masyarakat. Inilah Radio Suara Surabaya, mantap poool!" tegasnya.
Radio dan Peran Strategis dalam Pelayanan Informasi
Menurut Akhmad, keberadaan Radio Suara Surabaya tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat dan relevan. Melalui siaran radio dan layanan streaming, masyarakat dapat mengikuti perkembangan berbagai kejadian sekaligus memperoleh tambahan pengetahuan.
Akhmad juga menyampaikan bahwa hingga saat ini dirinya belum bisa meninggalkan radio bersejarah tersebut. Baginya, Radio Suara Surabaya telah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari sekaligus sarana untuk terus menambah wawasan.
"Sampai saat ini saya tidak bisa meninggalkan radio bersejarah yang sangat membantu masyarakat dan pemerintah. Radio ini ikut mendukung kemajuan Indonesia melalui informasi yang disampaikan kepada publik," ungkapnya.
Tetap Mengikuti Siaran FM 100 dan Live Streaming
Kecintaan Akhmad terhadap radio tersebut juga terlihat dari kebiasaannya mengikuti siaran melalui frekuensi FM 100 maupun live streaming Radio Suara Surabaya. Ia menyebut program Kelana Kota sebagai salah satu siaran yang masih didengarkannya.
Dalam unggahannya, Akhmad turut menyinggung informasi mengenai Kapten Tifa yang berhasil mendaratkan helikopter di atas kapal. Namun, detail waktu, lokasi, dan kronologi peristiwa tersebut belum disampaikan secara lengkap sehingga diperlukan verifikasi lebih lanjut sebelum dijadikan laporan tersendiri.
"Enak, putar FM 100. Ada Kapten Tifa yang berhasil mendaratkan heli di atas kapal. Lihat live streaming Radio Suara Surabaya. Sekarang Kelana Kota," tuturnya.
Akhmad menambahkan, mendengarkan Radio Suara Surabaya bukan hanya menjadi kegiatan untuk mengisi waktu, tetapi juga kesempatan untuk mencari tambahan ilmu dan mengikuti perkembangan informasi.
"Tak ngrungokno FM 100 ae, dulu sambil cari tambahan ilmu. Radio ini tetap menjadi pilihan saya untuk mendengarkan informasi dan memperluas wawasan," pungkasnya.
Pewarta ifa

