SURABAYA , Integritas-news.my.id — Semangat pemberantasan korupsi kembali ditegaskan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur. Pesan tersebut diwujudkan melalui seruan “MAKI Jatim dan Jaga Surabaya” sebagai bentuk komitmen menjaga Kota Surabaya, Jawa Timur, hingga Indonesia dari praktik korupsi.
Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Santoso, S.H., menegaskan bahwa upaya membangun pemerintahan yang bersih membutuhkan keberanian, pengawasan dan keterlibatan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mengawal setiap kebijakan serta penggunaan kewenangan agar tetap berjalan sesuai aturan dan berpihak kepada kepentingan publik.
“Surabaya harus kita jaga bersama. Jawa Timur harus kita jaga, dan Indonesia harus kita jaga dari praktik korupsi,” tegas Heru.
Ia mengatakan, semangat antikorupsi harus dibangun melalui keberanian menyampaikan kebenaran serta konsistensi dalam melakukan pengawasan. Menurutnya, integritas tidak boleh berhenti pada slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Pemberantasan korupsi membutuhkan keberanian dan konsistensi. Pengawasan masyarakat harus terus diperkuat agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan transparan dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, H. Andi Baso Juherman, S.P., S.H., selaku Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Surabaya, turut membawa pesan penguatan terhadap pentingnya menjaga Surabaya sebagai kota yang memiliki tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Andi menilai, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membangun kontrol sosial. Masyarakat, organisasi kemasyarakatan maupun lembaga pengawasan harus memiliki keberanian untuk ikut mengawal kepentingan publik.
“Menjaga Surabaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawasi dan menyuarakan ketika menemukan adanya persoalan yang menyangkut kepentingan publik,” ungkap Andi.
Ia menambahkan, semangat antikorupsi harus ditempatkan sebagai gerakan bersama. Pengawasan harus dilakukan secara objektif, berdasarkan fakta dan tetap mengedepankan ketentuan hukum yang berlaku.
“Yang kita dorong adalah pemerintahan yang bersih, transparan dan memiliki integritas. Kalau ada persoalan, harus dikawal dengan data dan disampaikan melalui mekanisme yang benar,” tegasnya.
Pesan “Bersih Tanpa Korupsi, MAKI untuk Negeri, Aksi Nyata Berintegritas” menjadi bagian dari semangat yang dibawa dalam gerakan tersebut.
MAKI Jatim bersama elemen masyarakat menempatkan pemberantasan korupsi sebagai agenda yang membutuhkan keberanian dan konsistensi. Sebab, korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Heru kembali menegaskan bahwa pengawasan publik harus terus berjalan dan tidak boleh berhenti ketika sebuah persoalan mulai menjadi perhatian.
“Selama kepentingan masyarakat menjadi tujuan utama, pengawasan harus tetap dilakukan. Kita ingin Surabaya, Jawa Timur dan Indonesia semakin kuat dengan pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” pungkasnya.
Pewarta: Ifa
Integritas-News.my.id

