JAKARTA, Integritas-news.my.id — Gelombang massa dari berbagai daerah dikabarkan mulai bergerak menuju Ibu Kota untuk mengikuti aksi demonstrasi yang berlangsung hari ini, Kamis (27/8/2026). Berdasarkan informasi sementara yang beredar, rombongan peserta aksi menggunakan bus dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta hingga Sumatera.
Dari laporan yang diterima, sedikitnya 41 daerah telah menyampaikan jumlah armada yang diberangkatkan. Jika seluruh data sementara tersebut dijumlahkan, tercatat 1.059 bus dilaporkan disiapkan atau bergerak menuju Ibu Kota.
“Data yang kami terima masih bersifat sementara. Untuk sejumlah daerah lainnya sampai saat ini belum ada laporan mengenai jumlah armada yang diberangkatkan,” ungkap sumber informasi dalam laporan tersebut.
Dari Jawa Tengah, pergerakan massa dilaporkan berasal dari Pati sebanyak 50 bus, Kudus 20 bus, Demak 25 bus, Semarang 50 bus, Kendal 25 bus, Pemalang 26 bus, Pekalongan 25 bus, Tegal 22 bus, Brebes 15 bus, Rembang 15 bus, Blora 25 bus, dan Grobogan 26 bus.
Selanjutnya Wonogiri 20 bus, Solo 15 bus, Klaten 23 bus, Boyolali 26 bus, Banyumas 26 bus, Purworejo 23 bus, serta Cilacap 20 bus.
Dari wilayah Yogyakarta, Bantul dilaporkan mengirim 12 bus, Gunungkidul 10 bus, Kulon Progo 14 bus, dan Sleman 15 bus.
Sementara dari Jawa Timur, Tuban tercatat 15 bus, Madiun 24 bus, Bojonegoro 25 bus, Ngawi 25 bus, Ponorogo 25 bus, Pacitan 20 bus, Magetan 24 bus, Nganjuk 27 bus, Lamongan 23 bus, Gresik 20 bus, Kediri 25 bus, Malang 30 bus, serta Surabaya 32 bus.
Mobilisasi juga dilaporkan datang dari luar Pulau Jawa. Lampung menjadi salah satu daerah dengan jumlah armada terbesar, yakni 100 bus. Berikutnya Bengkulu 57 bus, Palembang 60 bus, Jambi 26 bus, dan Pekanbaru 30 bus.
“Jumlah tersebut merupakan rekapitulasi dari laporan yang sudah masuk. Masih ada kemungkinan jumlahnya bertambah karena beberapa daerah belum memberikan laporan,” ujarnya.
Besarnya jumlah armada yang dilaporkan bergerak menuju Ibu Kota menunjukkan luasnya mobilisasi peserta aksi dari berbagai wilayah. Kendati demikian, jumlah bus tidak dapat secara otomatis disamakan dengan jumlah peserta karena kapasitas setiap kendaraan berbeda dan belum terdapat data resmi mengenai jumlah penumpang yang sebenarnya berangkat.
Karena itu, angka 1.059 bus tersebut perlu dipahami sebagai data sementara berdasarkan laporan yang diterima, bukan sebagai angka resmi jumlah peserta aksi. Perkembangan di lapangan masih dapat berubah seiring masuknya laporan dari daerah lain.
Di tengah pergerakan massa tersebut, peserta aksi diharapkan tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Penyampaian aspirasi secara damai dinilai penting agar hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap berjalan tanpa mengganggu keselamatan maupun kepentingan masyarakat lainnya.
“Kami berharap seluruh rangkaian aksi berjalan aman, tertib dan sukses. Aspirasi dapat disampaikan dengan damai serta tetap menghormati masyarakat pengguna jalan,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, laporan mengenai daerah lain yang ikut memberangkatkan massa masih terus ditunggu. Jumlah armada dan peserta diperkirakan dapat berubah setelah seluruh daerah menyampaikan laporan terbaru.
“Untuk daerah yang belum masuk dalam laporan, kami masih menunggu informasi selanjutnya. Yang terpenting, seluruh proses berjalan tertib dan aspirasi dapat disampaikan dengan baik,” tutupnya.
Pewarta: Ifa
Integritasnews.my.id — Tepat, Lugas, Konsisten

