Surabaya, integritas-news.my.id – Di balik layar komputer, tumpukan pekerjaan, dan cepatnya layanan berbasis digital, ada satu hal yang tidak boleh kehilangan tempat: manusia. Teknologi boleh terus berkembang, tetapi kualitas pelayanan tetap ditentukan oleh karakter orang-orang yang berada di baliknya. Pesan itulah yang menjadi benang merah seminar bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Surabaya di Graha Sawunggaling, Jalan Jimerto No. 25-27 Lantai 6, Surabaya, Sabtu (5/9/2026).

Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir hadir sebagai narasumber dalam kegiatan bertema “Refleksi Diri ASN Pemkot Surabaya untuk Membangun Karakter yang Adaptif, Inovatif dan Berdaya Saing di Era Digital.” Di hadapan para ASN, Danrem mengajak setiap aparatur tidak hanya sibuk mengejar kemampuan baru, tetapi juga meluangkan waktu untuk melihat kembali ke dalam dirinya: sudah sejauh mana pengabdian yang diberikan benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Brigjen TNI Kohir, era digital telah mengubah cara manusia bekerja dan berinteraksi. Pelayanan menjadi lebih cepat, informasi bergerak tanpa batas, dan berbagai pekerjaan dapat dilakukan dengan dukungan teknologi. Namun, di tengah perubahan tersebut, integritas, tanggung jawab dan kepedulian tetap menjadi nilai yang tidak dapat digantikan oleh teknologi apa pun.

“Teknologi boleh berkembang sedemikian cepat, tetapi karakter manusia tidak boleh tertinggal. ASN harus mampu beradaptasi, berinovasi dan tetap memegang teguh integritas dalam setiap pengabdian,” tegas Brigjen TNI Kohir.

Danrem mengingatkan, menjadi ASN bukan sekadar memiliki jabatan atau menyelesaikan pekerjaan sesuai target. Ada amanah masyarakat yang melekat dalam setiap tugas. Karena itu, refleksi diri menjadi penting agar seorang aparatur berani mengakui kekurangan, terbuka terhadap kritik, mau belajar dari kesalahan, sekaligus memiliki keberanian untuk memperbaiki diri.

Bagi Danrem, ASN yang unggul bukan selalu mereka yang paling cepat menguasai teknologi. ASN yang benar-benar dibutuhkan adalah mereka yang mampu menggunakan teknologi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik, tanpa kehilangan empati. Sebab, di balik setiap data, dokumen dan layanan digital, selalu ada masyarakat yang berharap mendapatkan kemudahan, kepastian dan perhatian.

Pesan tersebut terasa relevan bagi ASN Pemerintah Kota Surabaya yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dari ruang pelayanan hingga wilayah kelurahan, setiap sikap dan keputusan aparatur dapat menentukan bagaimana warga merasakan kehadiran pemerintah. Karena itu, karakter adaptif dan inovatif harus berjalan beriringan dengan sikap humanis.

Brigjen TNI Kohir juga mendorong para ASN untuk tidak takut menghadapi perubahan. Menurutnya, perubahan bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan ruang untuk tumbuh. Mereka yang mau belajar, beradaptasi dan terus memperbaiki diri akan memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan sekaligus menciptakan terobosan yang memberikan nilai tambah bagi organisasi dan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Surabaya Ir. Lilik Arijanto, S.T., M.T., para Asisten, Staf Ahli Wali Kota, para Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Lurah. Dalam kegiatan tersebut, Danrem Kohir didampingi Kasiter Kasrem 084/BJ Letkol Inf Andi Tirtawansyah.

Seminar tersebut pun menjadi lebih dari sekadar forum berbagi wawasan. Ia menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah pemerintahan pada akhirnya bukan hanya diukur dari seberapa canggih teknologi yang digunakan, tetapi dari seberapa manusiawi pelayanan yang diberikan. Di era yang terus berubah, ASN Surabaya ditantang untuk tetap belajar, berani berinovasi dan terus menjaga karakter, karena teknologi dapat mempercepat pelayanan, tetapi karakterlah yang membuat pelayanan memiliki makna.(Penrem 084)

Pewarta ifa