SURABAYA | Integritasnews.my.id — Hubungan antara TNI dan insan media tidak hanya dibangun melalui agenda resmi. Komunikasi yang terbuka, silaturahmi yang terjaga, serta ruang dialog yang humanis menjadi bagian penting dalam memperkuat kemitraan sekaligus menjaga kualitas informasi kepada masyarakat.

Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan ngopi bersama Media Mitra Korem 084/Bhaskara Jaya yang berlangsung di Makorem 084/Bhaskara Jaya, Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan komunikatif. Jajaran Penerangan Korem 084/Bhaskara Jaya bersama para pewarta memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat silaturahmi, bertukar informasi, sekaligus membuka ruang komunikasi secara langsung.

Rangkaian acara diawali dengan penyampaian Wakaperem Kapten Inf Hernawan. Dalam kesempatan tersebut, ia membahas mengenai lomba LKJ di Madura dengan tema “Bakti TNI AD untuk Negeri di Pulau Madura.”

Kapten Inf Hernawan mendorong para pewarta untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan mengikuti lomba tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan pewarta, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum.

Bahkan, saudara, kerabat maupun teman dari para pewarta dipersilakan ikut apabila berminat mengikuti lomba tersebut.

“Pewarta diharapkan bisa ikut dalam lomba LKJ di Madura. Kalau ada saudara, kerabat atau teman yang ingin ikut, masyarakat umum juga diperbolehkan,” ujarnya.

Penyampaian tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam pertemuan karena membuka kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan bertema “Bakti TNI AD untuk Negeri di Pulau Madura.”

Setelah penyampaian Kapten Inf Hernawan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Penerangan Korem 084/Bhaskara Jaya Mayor Cpl Robbi Cahyadi, S.H.

Dalam sambutannya, Mayor Robbi menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan hubungan baik antara jajaran TNI dengan insan media. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terlebih di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat arus informasi semakin cepat.

Karena itu, komunikasi yang baik diperlukan agar informasi dapat disampaikan secara tepat dan bertanggung jawab.

“Hubungan dengan media harus terus dijaga melalui komunikasi dan silaturahmi. Dengan komunikasi yang baik, koordinasi juga akan semakin mudah,” ungkapnya.

Menurutnya, kemitraan antara TNI dan media tidak berarti menghilangkan fungsi masing-masing. TNI tetap menjalankan tugas dan kewenangan kelembagaan, sedangkan media tetap menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional.

Namun, kedua pihak dapat berjalan berdampingan melalui komunikasi yang sehat dan saling menghormati.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian dari Baur Letda Kasmadi.

Dalam kesempatan tersebut, Letda Kasmadi menyampaikan permohonan maaf kepada para pewarta karena dirinya akan menunaikan ibadah haji. Ia menyampaikan hal tersebut apabila tidak terdapat perubahan terhadap jadwal keberangkatannya.

Penyampaian tersebut menjadi bagian dari komunikasi personal yang disampaikan secara terbuka kepada para pewarta dalam suasana silaturahmi.

Setelah rangkaian penyampaian selesai, kegiatan berlanjut pada sesi tanya jawab.

Para pewarta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada jajaran Korem 084/Bhaskara Jaya. Dialog berlangsung secara komunikatif dan menjadi ruang pertukaran informasi antara pihak TNI dan insan media.

Sesi tersebut juga memperlihatkan bahwa kemitraan tidak hanya berjalan satu arah. Pewarta dapat menyampaikan pertanyaan, pandangan maupun masukan, sementara jajaran Korem dapat memberikan penjelasan sesuai dengan kapasitas dan kewenangannya.

Komunikasi dua arah seperti ini menjadi penting dalam membangun hubungan profesional.

Di tengah derasnya arus informasi digital, media dituntut mampu menjaga ketepatan dan akurasi pemberitaan. Pada sisi lain, institusi juga membutuhkan komunikasi publik yang efektif agar berbagai informasi mengenai kegiatan dan tugas kelembagaan dapat dipahami masyarakat dengan baik.

Karena itu, hubungan TNI dan media bukan hanya soal pemberitaan, melainkan juga tentang bagaimana komunikasi publik dapat berjalan secara sehat.

Kegiatan ngopi bersama tersebut menjadi salah satu bentuk silaturahmi yang sederhana, tetapi memiliki arti penting dalam menjaga hubungan antara jajaran Korem 084/Bhaskara Jaya dengan Media Mitra.

Tidak ada sekat formal yang berlebihan. Para pewarta dan jajaran TNI dapat berkomunikasi secara lebih dekat, sehingga berbagai hal dapat dibicarakan dalam suasana yang lebih cair.

Kemitraan yang kuat memang tidak lahir dalam satu pertemuan. Hubungan tersebut membutuhkan komunikasi yang terus dijaga dan rasa saling menghormati.

Media tetap memiliki independensi dan fungsi jurnalistiknya.

TNI tetap menjalankan tugas kelembagaannya.

Namun, keduanya memiliki ruang untuk bersinergi dalam menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui silaturahmi seperti ini, komunikasi dapat semakin terbuka. Dari komunikasi yang terbuka, koordinasi dapat berjalan lebih mudah. Dan dari koordinasi yang baik, potensi kesalahpahaman dapat ditekan.

Hal tersebut menjadi penting karena masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, tetapi juga membutuhkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan tersebut kemudian memasuki penghujung acara. Setelah sesi tanya jawab selesai, Kapten Inf Hernawan kembali mengambil bagian untuk menutup rangkaian kegiatan.

Penutupan menjadi penanda berakhirnya agenda ngopi bersama Media Mitra Korem 084/Bhaskara Jaya yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan komunikasi.

Kapten Inf Hernawan menyampaikan pentingnya menjaga hubungan baik serta komunikasi antara jajaran TNI dengan para pewarta agar kemitraan yang telah terjalin dapat terus berjalan secara positif.

“Silaturahmi dan komunikasi seperti ini harus terus dijaga,” tutupnya.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa membangun sinergi antara TNI dan media tidak selalu membutuhkan forum besar. Pertemuan sederhana pun dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan, bertukar informasi, dan membangun pemahaman bersama.

Pada akhirnya, kemitraan yang sehat bukan tentang siapa yang paling menonjol, melainkan bagaimana setiap pihak mampu menjalankan perannya secara profesional, saling menghormati, serta menjaga komunikasi untuk kepentingan masyarakat.

Pewarta: Ifa