SURABAYA | Integritasnews.my.id — Rencana pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Jurnalis Independen Nusantara (IJEN) 2026 mengalami perubahan jadwal. Ketua Umum DPP IJEN Ali Maskur mengeluarkan taklimat yang menegaskan penundaan pelaksanaan Rakernas sekaligus meminta seluruh jajaran organisasi dan panitia meningkatkan konsolidasi serta mempercepat penyelesaian persiapan.

Rakernas merupakan forum organisasi satu tingkat di bawah Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas). Berdasarkan AD/ART IJEN Bab XV Pasal 52, Rakernas memiliki fungsi penting untuk mengevaluasi program kerja yang telah ditetapkan dalam Munas dan Mukernas sekaligus menyusun program kerja untuk tahun berikutnya.

Rakernas 2026 menjadi agenda penting karena merupakan Rakernas perdana di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ali Maskur bersama Sekretaris Jenderal Muhammad Jumadi. Forum tersebut direncanakan melibatkan jajaran pengurus DPP, DPW, DPD serta simpatisan IJEN dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebelumnya, pelaksanaan Rakernas disepakati berlangsung di Surabaya pada 30–31 Oktober 2026. Namun, setelah dilakukan evaluasi terhadap progres persiapan, keputusan mengenai jadwal pelaksanaan kembali ditata.

Pada Kamis, 6 Agustus 2026, Ketua Panitia Rakernas 2026, Aidin, mewakili panitia melakukan silaturahmi sekaligus melaporkan perkembangan persiapan Rakernas kepada Ketua Umum Ali Maskur di kediamannya di Tuban.

Paparan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Ketua Umum selaku penanggung jawab Rakernas. Dari hasil pembahasan itu, Ali Maskur mengeluarkan sejumlah taklimat yang harus menjadi perhatian serius seluruh jajaran panitia dan pengurus IJEN.

Dalam taklimat tersebut, Ketua Umum memutuskan menunda pelaksanaan Rakernas 2026. Jadwal baru ditetapkan pada 30–31 Desember 2026 di Surabaya, Jawa Timur.

Perubahan jadwal tersebut bukan untuk mengendurkan persiapan. Sebaliknya, Ali Maskur menekankan agar seluruh panitia menggunakan waktu yang tersedia untuk memperkuat koordinasi, menyelesaikan persoalan administrasi, serta memastikan seluruh kebutuhan Rakernas dipersiapkan secara matang.

“Seluruh panitia Rakernas harus bersama-sama bekerja keras dan kompak serta melakukan koordinasi secara intensif antar panitia, dengan DPP dan pengurus daerah agar kendala apapun bisa terpecahkan,” tegas Ali Maskur dalam taklimatnya.

Menurutnya, waktu persiapan yang masih tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal. Panitia diminta segera menggelar pertemuan, baik secara daring maupun luring, terutama untuk menuntaskan berbagai persoalan administrasi yang selama ini menjadi bagian dari hambatan persiapan.

“Dengan persiapan yang dianggap cukup, empat bulan, maka panitia Rakernas segera mengadakan pertemuan baik online maupun offline guna menyelesaikan administrasi yang menghambat pelaksanaan Rakernas,” ungkapnya.

Ali Maskur juga memberikan penekanan keras mengenai arti penting keberhasilan Rakernas bagi perjalanan organisasi IJEN. Ia menilai Rakernas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum konsolidasi untuk menentukan arah organisasi ke depan.

“Kesuksesan Rakernas adalah pintu gerbang kejayaan IJEN Nusantara. Kegagalan Rakernas adalah awal kehancuran IJEN Nusantara,” tegas Ali Maskur.

Pernyataan tersebut menjadi pesan kuat kepada seluruh jajaran DPP, DPW, DPD dan panitia agar tidak bekerja sendiri-sendiri. Soliditas, komunikasi dan tanggung jawab bersama menjadi kunci agar seluruh persoalan yang muncul dalam proses persiapan dapat segera diselesaikan.

Dengan penundaan jadwal hingga akhir Desember, seluruh elemen IJEN kini memiliki ruang waktu yang lebih panjang untuk melakukan pembenahan. Konsolidasi organisasi, penataan administrasi, koordinasi antarwilayah hingga kesiapan teknis Rakernas diharapkan dapat dipastikan berjalan sesuai target.

Taklimat Ketua Umum tersebut selanjutnya menjadi pedoman bagi seluruh jajaran IJEN untuk bergerak secara terukur dan bertanggung jawab menuju pelaksanaan Rakernas 2026.

Pewarta: Ifa