SIDOARJO | Integritas-news.my.id — Sebanyak 30 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo mengikuti pendidikan moralitas jenjang Diploma 1 (D1) Universitas Kehidupan secara daring. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk terus belajar, membangun kesadaran diri, serta memperkuat nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Program Pendidikan Moralitas Universitas Kehidupan merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang dapat diikuti warga binaan di Indonesia. Pelaksanaannya dilakukan secara daring dan konsisten setiap Selasa, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.
Pembelajaran tersebut tidak berhenti pada jenjang D1, tetapi dapat dilanjutkan ke jenjang Diploma 3 (D3) hingga Sarjana (S1) Pendidikan Moralitas, sesuai dengan tahapan program yang tersedia.
Dalam proses pembelajaran, peserta mendapatkan materi dengan berbagai metode. Selain penyampaian materi secara langsung, warga binaan juga diajak mengikuti diskusi interaktif, video pembelajaran, tugas pengembangan diri, morality story, morality music, permainan edukatif, pembelajaran bahasa, hingga sesi berbagi pengalaman atau sharing.
Beragam metode tersebut dihadirkan agar pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori. Lebih dari itu, peserta didorong untuk memahami, menghayati, dan menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang diberikan menekankan sejumlah nilai penting dalam pembentukan karakter, di antaranya ketulusan hati, kejujuran, toleransi, kebenaran, serta kemampuan membangun hubungan yang baik dengan sesama.
Melalui proses tersebut, warga binaan diarahkan untuk membangun pola pikir yang lebih positif, memperbaiki sikap, serta mengembangkan kebiasaan dan perilaku yang berlandaskan nilai moral.
Bagi warga binaan, kesempatan mengikuti pendidikan moralitas menjadi bagian dari proses pembinaan selama menjalani masa pidana. Ruang belajar tersebut diharapkan dapat membantu peserta melakukan refleksi terhadap perjalanan hidup, mengenali kembali nilai-nilai kebaikan, sekaligus mempersiapkan diri untuk kembali beradaptasi dan menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Pesan “Jadilah seperti lilin, terang bagi sekitar dan rela berkorban jiwa dan raga untuk memberikan manfaat” turut menjadi semangat dalam proses pembelajaran. Pesan tersebut mengandung makna bahwa perubahan dapat dimulai dari kemauan untuk belajar, memperbaiki diri, serta berupaya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pendidikan moralitas juga mendorong warga binaan agar tidak hanya memahami aturan, tetapi mampu membangun kesadaran dalam menentukan sikap ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Melalui pembinaan tersebut, peserta diarahkan untuk mengembangkan kemampuan menghadapi persoalan dengan mengedepankan kesadaran, kebenaran, kebijaksanaan, serta budi luhur.
Lapas Kelas IIA Sidoarjo terus mendukung berbagai program pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk belajar dan mengembangkan potensi diri. Pendidikan moralitas menjadi salah satu ruang pembelajaran yang diharapkan dapat memberikan bekal positif bagi warga binaan dalam mempersiapkan kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, proses perubahan diharapkan tidak berhenti di ruang belajar. Nilai-nilai yang diperoleh dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sehingga warga binaan memiliki bekal untuk membangun kehidupan yang lebih positif, berkarakter, dan bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat.
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak
Pewarta: Ifa
#Kemenimipas #SetahunBerdampak #ImipasSetahunBergerakBerdampak

