Abu telah kehilangan kedua orang tuanya. Sejak ditinggal wafat kedua orang tuanya, Abu bersama saudara perempuannya tinggal di sebuah rumah panggung yang kondisi atapnya kini mengalami kerusakan. Seng atau atap rumah menjadi kebutuhan paling mendesak untuk segera diperbaiki, terlebih menghadapi musim hujan.
Dalam kesehariannya, Abu bekerja serabutan. Ia kerap dipanggil warga untuk membantu berbagai pekerjaan dengan upah seikhlasnya. Di tengah keterbatasannya, Abu juga pernah terlibat sebagai relawan sosial untuk membantu sesama.
Menurut keterangan yang disampaikan, rumah Abu sebelumnya sempat terdata oleh Dinas Sosial Kabupaten Pinrang sebagai salah satu penerima bantuan program bedah rumah. Namun, rencana bantuan tersebut akhirnya dicabut atau dibatalkan setelah ayah Abu tiba-tiba meninggal dunia.
Kondisi tersebut membuat persoalan tempat tinggal Abu dan saudara perempuannya hingga kini belum mendapatkan penanganan melalui program bedah rumah. Sementara itu, kerusakan pada bagian atap semakin menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani sebelum musim hujan datang.
Pihak pemerintah setempat, yakni Lurah, telah mengetahui kondisi Abu dan sempat berkunjung langsung ke lokasi. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah setempat memberikan bantuan berupa makanan siap saji, kasur, serta sejumlah perlengkapan lainnya.
Namun, kebutuhan utama berupa penanganan kondisi rumah, khususnya atap yang rusak, hingga kini masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Bantuan pemerintah yang telah diberikan menjadi langkah awal, tetapi kebutuhan perbaikan atap rumah Abu masih membutuhkan dukungan lebih lanjut.
Pewarta Ifa menilai kondisi yang dialami Abu membutuhkan kepedulian nyata dari berbagai pihak. Menurutnya, kebutuhan atap rumah bukan hanya persoalan bangunan, tetapi menyangkut keselamatan dan kelayakan tempat tinggal bagi Abu dan saudara perempuannya.
“Abu memiliki keterbatasan dan sudah kehilangan kedua orang tuanya. Ia masih berusaha menjalani kehidupan dengan bekerja serabutan dan membantu warga sesuai kemampuannya. Saat ini yang paling mendesak adalah kondisi atap rumahnya. Jangan sampai ketika musim hujan datang, Abu dan saudaranya harus menghadapi rumah yang tidak mampu memberikan perlindungan dengan layak,” ujar Pewarta Ifa.
Ia berharap kepedulian para dermawan, komunitas sosial, maupun pihak terkait dapat membantu memenuhi kebutuhan seng dan biaya perbaikan atap rumah Abu. Menurutnya, bantuan tersebut akan sangat berarti bagi Abu agar memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak.
“Kalau ada masyarakat yang terketuk hatinya untuk membantu, sekecil apa pun bantuannya tentu sangat berarti. Yang dibutuhkan saat ini adalah seng untuk memperbaiki atap rumah, sehingga Abu dan saudaranya bisa berteduh dengan aman ketika hujan turun,” ungkapnya.
Bagi masyarakat, komunitas, maupun para dermawan yang ingin membantu perbaikan rumah Abu, donasi maupun informasi bantuan dapat dikoordinasikan melalui Puang Admin pada nomor WhatsApp +62 896-4443-1355 atau +62 852-4252-6898. nomer rekening 081219909368 Bank dana atas nama ABU
“Semoga kepedulian bersama dapat membuka jalan bagi Abu untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Persoalan ini membutuhkan perhatian dan tindakan nyata, terutama karena kebutuhan atap rumah sudah mendesak menjelang musim hujan,” pungkas Pewarta Ifa.

