SURABAYA | Integritas-news.my.id — Pewarta: Ifa

Polrestabes Surabaya melakukan pendalaman terkait beredarnya flyer promosi salah satu tempat hiburan di Surabaya yang menampilkan sejumlah perempuan dengan pakaian dan atribut menyerupai seragam Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Materi promosi tersebut menjadi perhatian setelah beredar di media sosial. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, visual yang ditampilkan dalam flyer dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Orang-orang yang ditampilkan dalam materi promosi tersebut diketahui merupakan pegawai tempat hiburan. Mereka tidak mengenakan seragam Polri secara fisik sebagaimana tergambar dalam flyer.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait visual yang beredar.

“Berdasarkan hasil pengecekan dan pemeriksaan sementara, orang-orang yang terdapat dalam materi tersebut tidak menggunakan seragam Polri secara fisik sebagaimana tergambar dalam flyer. Tampilan pakaian dan atribut tersebut merupakan hasil pembuatan visual menggunakan teknologi AI,” kata AKP Hadi, Rabu (16/9/2026).

Satreskrim dan Polsek Genteng Lakukan Penelusuran

Polrestabes Surabaya melalui Satreskrim bersama Polsek Genteng telah melakukan penelusuran terhadap materi promosi yang beredar. Petugas juga meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait, termasuk unsur manajemen, bagian pemasaran, serta pihak yang membuat materi promosi tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, materi promosi dibuat menggunakan teknologi AI dan selanjutnya dipublikasikan melalui media sosial.

Penyelidik telah memperoleh serta mendokumentasikan materi flyer beserta informasi pendukung untuk kepentingan pendalaman lebih lanjut.

Langkah tersebut dilakukan guna mengetahui proses pembuatan, penyebaran, serta konteks penggunaan visual yang menyerupai atribut Polri dalam materi promosi tersebut.

Tidak Ada Keterlibatan Resmi Institusi Polri

Polrestabes Surabaya juga memastikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sejauh ini tidak ditemukan adanya hubungan, kerja sama, persetujuan, dukungan resmi maupun keterlibatan institusi Polri dalam pembuatan dan publikasi materi promosi tersebut.

“Polrestabes Surabaya masih melakukan pendalaman terhadap proses pembuatan dan penyebaran materi tersebut, termasuk konteks dan tujuan penggunaannya,” jelas AKP Hadi.

Menurutnya, proses pendalaman masih berlangsung untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai materi promosi tersebut serta pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatannya.

Masyarakat Diminta Bijak Menyikapi Informasi

Polrestabes Surabaya mengimbau masyarakat agar menyikapi informasi yang beredar secara bijak. Masyarakat diminta tidak menarik kesimpulan hanya berdasarkan visual yang beredar di media sosial, terutama sebelum memperoleh informasi yang telah diverifikasi.

Pendalaman dilakukan untuk memastikan fakta di balik pembuatan dan penyebaran flyer promosi tersebut, termasuk konteks serta tujuan penggunaan visual berbasis AI.

Polrestabes Surabaya akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut sesuai hasil pendalaman yang dilakukan.

“Masyarakat diharapkan tetap mengedepankan kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” pungkasnya.