SURABAYA | Integritas-news.my.id — Ketua Umum DPP Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Hartanto Boechori, SH, menyampaikan pidato dengan suara lantang dan tegas dalam rapat persiapan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) PJI 2026, Sabtu (12/9/2026) malam.

Pidato tersebut disampaikan Hartanto di hadapan puluhan pengurus dan anggota PJI, baik dari jajaran pusat maupun daerah. Tanpa menggunakan teks, Hartanto berbicara sambil berjalan di hadapan peserta rapat, menyampaikan sejumlah penekanan terkait kesiapan organisasi menghadapi agenda Munas PJI yang direncanakan berlangsung pada awal Desember 2026.

Dengan suara menggelegar dan gestur yang tegas, Hartanto menekankan pentingnya kesiapan seluruh jajaran PJI dalam menghadapi agenda organisasi yang menjadi salah satu forum penting dalam perjalanan kepengurusan PJI.

Rapat tersebut membahas persiapan menuju Munas PJI yang diperkirakan digelar pada 4, 5, atau 6 Desember 2026. Hingga rapat berlangsung, lokasi pelaksanaan Munas belum ditetapkan dan masih dalam tahap pembahasan.

Hartanto mengungkapkan, penentuan tanggal maupun tempat Munas harus dipersiapkan secara matang agar seluruh rangkaian agenda organisasi dapat berjalan tertib dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.

“Munas bukan hanya persoalan menentukan waktu dan tempat. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh jajaran PJI mampu mempersiapkan organisasi dengan baik, menjaga kebersamaan, serta memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan organisasi,” ujar Hartanto dengan nada tegas.

Ia juga menegaskan bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh jajaran pimpinan, tetapi juga oleh soliditas seluruh pengurus dan anggota yang berada di pusat maupun daerah.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antarjajaran menjadi bagian penting dalam memastikan persiapan Munas berjalan efektif. Setiap persoalan yang muncul, lanjutnya, harus dibicarakan melalui mekanisme organisasi dengan mengedepankan kepentingan PJI.

“PJI harus tetap berdiri dengan marwah organisasi. Kita punya aturan, kita punya mekanisme, dan semuanya harus dihormati. Jangan sampai perbedaan pandangan justru mengganggu persatuan organisasi,” ungkapnya.

Suasana rapat semakin hidup ketika Hartanto menyampaikan pandangannya secara langsung tanpa membaca teks. Ia berjalan di hadapan peserta sembari menyampaikan pesan-pesan organisasi dengan intonasi kuat, menunjukkan keseriusannya dalam mengawal persiapan Munas PJI 2026.

Bagi jajaran PJI yang hadir, rapat tersebut menjadi bagian dari konsolidasi awal menuju agenda nasional organisasi. Sejumlah pengurus dan anggota dari berbagai daerah turut mengikuti pembahasan mengenai kesiapan pelaksanaan Munas.

Hartanto menegaskan, seluruh jajaran PJI memiliki tanggung jawab untuk menjaga proses organisasi tetap berjalan secara tertib, terbuka, dan sesuai ketentuan yang berlaku di internal organisasi.

“Kita persiapkan semuanya dengan baik. Jangan bekerja sendiri-sendiri. Komunikasi harus kuat, koordinasi harus jalan, dan setiap keputusan harus ditempuh melalui mekanisme organisasi,” tegasnya.

Dengan perkiraan pelaksanaan pada 4, 5 atau 6 Desember 2026, PJI kini memasuki tahapan persiapan menuju forum Munas. Sementara itu, lokasi pelaksanaan masih menunggu hasil pembahasan dan keputusan organisasi.

Pewarta: Ifa

Integritas-news.my.id