TABANAN | Integritas-news.my.id — Menjaga ukhuwah Islamiyah dan mempererat tali silaturahmi di tanah rantauan terus dilakukan Jamaah Ukhuwah Islamiyah Gubug Tabanan melalui kegiatan rutin Yasin dan Tahlil setiap malam Jumat yang dilaksanakan secara bergilir di kediaman anggota jamaah.
Kegiatan kali ini berlangsung di kediaman Imam Syafii. Rangkaian kegiatan diawali dengan wasilah Fatihah yang dipimpin Ustad Iskandar, kemudian dilanjutkan Tahlil dan doa oleh Ustad Safawi, serta pembacaan Surat Yasin oleh Sdr. Arif.
Jamaah Ukhuwah Islamiyah Gubug Tabanan merupakan wadah silaturahmi bagi para perantau yang berasal dari berbagai daerah. Mayoritas anggota berasal dari Jawa Timur, di antaranya Banyuwangi, Jember, Jombang, dan Malang, serta beberapa anggota lainnya berasal dari wilayah Jawa Tengah.
Dengan jumlah anggota sekitar 25 orang, jamaah ini tidak hanya membangun kebersamaan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga mengembangkan kepedulian sosial antarsesama anggota. Kebersamaan tersebut diwujudkan melalui sistem iuran dan pengelolaan kas jamaah.
Setiap anggota memiliki iuran rutin sebesar Rp20 ribu. Selain itu, jamaah membuka infaq untuk anak yatim piatu yang diberikan secara sukarela sesuai keikhlasan masing-masing anggota.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan malam Jumat dilakukan secara bergilir. Anggota yang mendapat giliran menjadi tuan rumah memperoleh dukungan dana sebesar Rp500 ribu dari iuran jamaah, sedangkan dana lainnya dikelola sebagai kas bersama.
Kas jamaah tersebut memiliki fungsi sosial bagi anggota. Ketika ada anggota yang mengalami sakit, memiliki keperluan, maupun sedang mempunyai hajat tertentu, jamaah dapat memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas.
Tidak berhenti pada kegiatan keagamaan, Jamaah Ukhuwah Islamiyah Gubug Tabanan juga memperhatikan kesehatan jasmani para anggotanya. Melalui PB UKHIS Tabanan, jamaah memiliki kegiatan olahraga cabang bulu tangkis yang dilaksanakan tiga kali dalam seminggu.
Bagi para anggota, Yasin dan Tahlil menjadi sarana untuk memperkuat hubungan kepada Allah SWT sekaligus meningkatkan ketakwaan sebagai bekal menuju kehidupan akhirat. Sementara olahraga menjadi ikhtiar menjaga kesehatan badan untuk menjalani kehidupan di dunia.
Pewarta Ifa menilai, pola kebersamaan yang dibangun Jamaah Ukhuwah Islamiyah Gubug Tabanan menunjukkan bahwa kehidupan di tanah rantauan dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, ibadah, kepedulian sosial, sekaligus menjaga kesehatan.
“Ukhuwah bukan hanya tentang berkumpul ketika ada kegiatan, tetapi bagaimana sesama anggota mampu hadir ketika saudaranya membutuhkan. Yasin dan Tahlil menguatkan hubungan kepada Allah SWT, sementara kepedulian sosial dan olahraga memperkuat hubungan antarmanusia serta menjaga kesehatan,” ujar Pewarta Ifa.
Konsistensi kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa jarak dari kampung halaman bukan alasan untuk kehilangan ikatan persaudaraan. Melalui kegiatan yang dilakukan bersama, para perantau tetap memiliki ruang untuk beribadah, bersilaturahmi, saling membantu, dan menjaga kebugaran.
Kebersamaan yang dibangun Jamaah Ukhuwah Islamiyah Gubug Tabanan juga memperlihatkan bahwa kehidupan bermasyarakat dapat berjalan seimbang ketika nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan kesehatan ditempatkan dalam satu semangat persaudaraan.
Semangat Jamaah Ukhuwah Islamiyah Gubug Tabanan dalam memperkuat ibadah untuk bekal akhirat, merawat silaturahmi sebagai kekuatan persaudaraan, serta menjaga kesehatan sebagai ikhtiar menjalani kehidupan dunia harus terus dipertahankan, pungkasnya.
Pewarta ifa

