SURABAYA, Integritas-news.my.id — Nama sebuah media bukan sekadar identitas yang terpampang di halaman pemberitaan. Di balik sebuah nama, terdapat tanggung jawab, prinsip, dan keberanian untuk mempertahankan kebenaran. Karena itu, ketika sebuah media menyandang nama Integritas, maka setiap orang yang berada di dalamnya dituntut untuk menjadikan integritas bukan hanya slogan, melainkan sikap hidup.
Pesan tegas tersebut disampaikan Ali Kurnia alias Alex, Penasehat Media Integritas-news.my.id, sebagai pengingat kepada seluruh insan pers agar tidak kehilangan arah ketika menjalankan tugas jurnalistik.
Menurut Alex, menjadi bagian dari sebuah media bernama Integritas memiliki konsekuensi moral yang tidak ringan. Wartawan tidak boleh bekerja berdasarkan apa yang diinginkan pihak tertentu, apalagi menjadikan berita sebagai komoditas yang dapat dibeli.
“Nama media adalah cerminan jiwa. Kalau kita membawa nama Integritas, maka kehidupan kita sebagai wartawan juga harus sejalan dengan nama itu. Di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun, integritas harus tetap dijaga,” tegas Alex.
Ia menekankan, kejujuran harus menjadi titik awal setiap kerja jurnalistik. Wartawan harus mencari fakta sebagaimana adanya, bukan membentuk fakta sesuai kepentingan pribadi, kelompok, ataupun pihak yang memiliki kepentingan tertentu.
Bagi Alex, akurasi juga tidak dapat ditawar. Sebuah informasi tidak boleh langsung dipercaya hanya karena datang dari satu sumber.
“Cek dan ricek itu wajib. Satu sumber belum cukup. Konfirmasi dulu, baru tulis. Jangan sampai wartawan lebih cepat daripada fakta,” ujarnya.
Prinsip berikutnya adalah keberpihakan kepada kebenaran. Wartawan, kata Alex, tidak boleh menjadikan kedekatan sebagai alasan untuk membela seseorang dan tidak boleh pula menjadikan permusuhan sebagai alasan untuk menjatuhkan pihak lain.
“Tidak ada teman yang harus dibela dalam pemberitaan dan tidak ada musuh yang harus dijatuhkan. Yang harus berdiri adalah kebenaran. Wartawan bekerja untuk fakta,” ungkapnya.
Alex juga mengingatkan bahwa berita tidak boleh diperjualbelikan. Ketika pemberitaan dapat dibeli, menurutnya, saat itulah kepercayaan publik mulai runtuh.
“Aspirasi rakyat tidak boleh ditawar. Berita bukan barang dagangan. Sekali integritas dijual, kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun bisa hilang dalam sekejap,” tegasnya.
Namun, menjaga integritas bukan berarti wartawan harus mencari masalah. Justru keberanian seorang wartawan, menurut Alex, terletak pada kemampuannya tetap menyuarakan fakta secara bertanggung jawab meskipun berada dalam situasi yang tidak mudah.
“Berani bukan berarti nekat. Berani adalah tetap menyampaikan kebenaran meskipun sendirian, meskipun sulit, dan meskipun ada risiko. Tetapi semuanya harus dilakukan dengan data, fakta, konfirmasi, dan tanggung jawab,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kartu pers, jabatan, maupun nama besar sebuah media tidak otomatis membuat seseorang menjadi wartawan yang bermartabat.
Tanggung jawab jurnalistik jauh lebih besar daripada sekadar nama yang tercetak di kartu pers.
“Ini bukan sekadar pekerjaan. Ini amanah kepada masyarakat dan pertanggungjawaban di hadapan rakyat serta Allah SWT. Karena itu, jangan pernah menganggap ringan satu berita yang kita tulis,” katanya.
Alex mengingatkan seluruh jajaran Media Integritas-news.my.id agar tidak membiarkan kepentingan sesaat mengikis prinsip yang telah dibangun.
Menurutnya, ketika integritas runtuh, kualitas berita sehebat apa pun kehilangan makna. Sebaliknya, berita yang lahir dari kejujuran, ketelitian, keberanian, dan tanggung jawab akan memiliki nilai karena dibangun di atas kepercayaan publik.
“Nama kita adalah Integritas. Maka hidup kita pun harus sejalan dengan nama itu. Kalau integritas runtuh, berita apa pun yang kita tulis menjadi tidak berarti. Kita bukan hanya penyampai berita, kita adalah penjaga kebenaran,” tandas Alex.
Ia berharap semangat tersebut tidak berhenti sebagai kalimat indah di atas kertas, tetapi benar-benar menjadi budaya dalam setiap aktivitas jurnalistik.
Sebab, menurutnya, integritas tidak cukup untuk dibicarakan—integritas harus dibuktikan.
“Integritas bukan hanya kata, tetapi cara hidup. Benar, jujur, amanah. Itulah integritas,” pungkasnya.
Pewarta: Alex
Penasehat Media Integritas-news.my.id

