SUMEDANG, Integritas-News.my.id,Senin(21/9/2026) — Sekitar 500 massa yang tergabung dalam wadah Koalisi 99 menggelar aksi unjuk rasa damai di halaman depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang, Selasa pagi ini. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan agar lembaga perwakilan rakyat segera mengusut tuntas dan mengawal transparansi kasus dugaan penyekapan, penganiayaan, serta kekerasan seksual yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila.

Para peserta aksi datang dari berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta warga dari sejumlah kecamatan di wilayah Sumedang. Jauh sebelum aksi dimulai, para peserta sudah berkumpul di titik kumpul yang telah disepakati, kemudian beriringan menuju lokasi Gedung DPRD. Mereka tampak tertib, mengenakan atribut seragam, serta membawa spanduk dan papan tulisan berisi aspirasi dan tuntutan yang ingin disampaikan kepada para wakil rakyat.

Dalam orasi yang disampaikan, perwakilan Koalisi 99 menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan tanpa alasan, melainkan menyusul guncangan yang mengguncang tatanan pemerintahan Kabupaten Sumedang pasca munculnya laporan dugaan peristiwa yang dialami Sekretaris Pribadi (Sekpri) Wabup berinisial RY pada 17 Agustus 2026 di rumah dinas .

"Kami datang ke sini bukan dengan niat buruk, bukan pula untuk mengacaukan keadaan. Kami warga biasa yang mempertanyakan keadilan dan transparansi. Seorang pejabat nomor dua di daerah ini diduga terlibat dalam peristiwa penyekapan, penganiayaan, hingga kekerasan seksual terhadap bawahannya. Namun hingga kini, tidak ada kejelasan yang memuaskan publik. Justru muncul pernyataan yang menyebut persoalan telah 'clear', padahal fakta di lapangan belum sepenuhnya terungkap," tegas juru bicara Koalisi 99 di hadapan ratusan peserta aksi .

Diketahui, kasus ini bermula ketika Sekpri Wabup melaporkan adanya dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), penganiayaan, hingga penyekapan yang dialaminya di rumah dinas Wakil Bupati Sumedang. Laporan tersebut telah diterima Polda Jawa Barat, namun proses hukumnya dinilai berjalan lambat dan tidak transparan di mata masyarakat. Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah membentuk tim investigasi dan kemudian menyatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan serta tidak ditemukan adanya pelecehan seksual, namun masyarakat menilai hal tersebut belum memuaskan rasa ingin tahu dan keadilan publik .

Oleh karena itu, Koalisi 99 menyampaikan sejumlah tuntutan tegas kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sumedang:

1. Segera melakukan rapat dengar pendapat terbuka guna mengungkap seluruh fakta terkait kasus dugaan penyekapan, penganiayaan, dan kekerasan seksual yang menyeret Wakil Bupati Sumedang;

2. Meminta DPRD mengawal proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian agar tidak ada intervensi dari pihak manapun;

3. Menuntut pemberhentian sementara Wakil Bupati Sumedang hingga kasus yang menjeratnya memiliki kekuatan hukum tetap;

4. Menyajikan laporan hasil pengawasan secara transparan kepada masyarakat tanpa menutup-nutupi fakta yang ada.

"Kami tidak menginginkan keadilan semu yang diselesaikan di balik pintu tertutup. Kami menginginkan proses yang terbuka, adil, dan akuntabel. Jika tidak ada yang disembunyikan, mengapa masyarakat dilarang mengetahui kebenarannya?" tambah juru bicara Koalisi 99.

Pihak Koalisi juga memperingatkan, jika DPRD Kabupaten Sumedang tidak merespons aspirasi ini dengan langkah nyata dalam waktu dekat, maka aksi lanjutan yang lebih besar akan digelar dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap integritas pemerintahan di Sumedang.

Sementara itu, pihak kepolisian yang bertugas terus mengawal jalannya aksi dengan humanis dan menjaga agar situasi tetap aman. Petugas juga mengimbau agar massa tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan massa Koalisi 99 masih bertahan di halaman depan Gedung DPRD Kabupaten Sumedang dan menunggu pihak pimpinan dewan keluar untuk menerima surat tuntutan serta memberikan tanggapan resmi. Suasana di lokasi terpantau kondusif namun penuh ketegangan.

Pewarta-Dedy Oboy