SURABAYA | Integritas-news.my.id — Saiful Huda Ems (SHE), mantan Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat hasil KLB Deli Serdang, kembali menyampaikan pernyataan keras terkait dinamika politik yang pernah melibatkan dirinya dan kelompoknya.
Dalam pernyataannya, SHE mengungkap alasan dirinya kini berbalik secara terbuka mengkritik Joko Widodo (Jokowi). Ia juga menyinggung persoalan Partai Demokrat, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
SHE menyebut bahwa pada masa sebelumnya dirinya dan kelompoknya pernah mendapatkan permintaan untuk melakukan upaya merebut Partai Demokrat dari AHY dan SBY.
“Dulu Jokowi diam-diam meminta kami untuk merebut Partai Demokrat dari AHY dan SBY, makanya kami dulu gempur terus-menerus Partai Demokratnya AHY dan SBY,” ujarnya.
Menurut SHE, situasi kemudian berubah setelah AHY disebut berhasil melakukan lobi politik hingga mendapatkan posisi sebagai menteri di pemerintahan Jokowi.
“Tetapi sayangnya Jokowi sangat benci sekali, begitu AHY berhasil dia lobi untuk jadi menterinya, Jokowi kabur tidak mau tanggung jawab lagi pada pergerakan kami,” ungkapnya.
SHE menegaskan, perubahan sikap tersebut menjadi salah satu alasan dirinya kini terus menyampaikan kritik serta membuka berbagai hal yang menurutnya berkaitan dengan Jokowi.
“Makanya jangan salahkan kalau sekarang saya berbalik terus-menerus mengungkap kebobrokan Jokowi,” tegas SHE.
Tidak berhenti di situ, SHE juga melontarkan kritik tajam terhadap Jokowi dengan menyebut dirinya memiliki pandangan negatif terhadap sejumlah tindakan politik yang pernah dilakukan mantan Presiden tersebut.
“Dia itu busuk sekali, jagoan sekali dalam ilmu perkeliruan dan pengibulan,” kata SHE.
Pernyataan tersebut merupakan klaim dan pandangan politik yang disampaikan SHE. Integritas-news.my.id menempatkan pernyataan tersebut sebagai pendapat narasumber dan tidak menyajikannya sebagai fakta yang telah terverifikasi secara independen.
SHE sendiri diketahui mencantumkan dirinya sebagai mantan Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat hasil KLB Deli Serdang. Pernyataannya kali ini sekaligus menjadi penjelasan mengenai alasan dirinya mengambil sikap berseberangan dan terus mengkritik Jokowi.
“Jangan salahkan kalau sekarang saya berbalik terus-menerus mengungkap kebobrokan Jokowi,” Pungkasnya
Pewarta Ifa

